Sebut saja, “dia”

      “Sikapi semua kemalasan yang ada dengan kasih sayang”. Ini cuma buat orang kalah yang takut ditinggal mati cinta. Gue juga kurang jelas dengan adanya ini semua, tapi hal yang gue inget adalah sejalan dengan suka timbullah rasa cinta. Itu kata anak-anak sekolah, buat gue cinta dengan membaca buku dan menonton TV, itu hal yang paling menyenangkan ditambah lagi kalau tangan gak bisa diem dan buat puisi, mata dan teling terlatih untuk menonton berita di televisi.

      Untaian kasih sayang gue, berlabuh dipelaminan otak gue saat SMP. Disini saat gak terbayarnya kata-kata itu, untuk dia. Tapi ya gak apa-apalah gue juga paham dia cuma obsesi gue saat gue mau balik lagi belajar. Dia yang buat gue seneng untuk belanja dan belajar apa arti hati diotak gue. Dia yang buat ngerti dan paham ini loh namanya kasih sayang. Huft, seperti itulah yang gue rasain.

     Sebut saja, “dia” yang udeh ngelupain gue tentang dunia indah saat bermain. Ku Kejar Kau ku Terkam, Siapa lewat gue panjat. Ungkapan gue saat gue inget anak cerdas itu. Gue jadi begini karena dia. Gue bisa disini karena dia. Perkembangan otak gue terjadi karena dia. Dia adalah penyebab semua ini. Terima kasih “dia”…….

     “Tampar aku saat kau lewat”, duuh…kalo bisa keluar kata-kata itu. Kangen berat gue sama dia. Berharap dia jadi milik gue???gak mungkin… Kalah kelas dan level. Jauh… banget!!!!!!!! Kalau ada waktu yang terlewat itu bisa kembali gue mau balik kayak dulu. Inget banget cuma gara-gara tuh cewek gue semangat buat jadi sekelas dengan dia. Dan wooooommm… Kayak sulap!hari itu pun tercipta gue sekelas dong walau cuma 2 semester terakhir tapi lama banget rasanya sama dia. Walau gak sempet duduk sebangku, yang penting asik. hehehe..

      Gue gak pernah yang namanya pacaran karena itu gak penting buat gue. Pernah terbersit dan itu gak gue lakuin karena 1 hal yang gue gak mau, nyakitin perempuan dan buat dia bertanya karena gue anak sederhana. Modal gue cuma 1 dari dulu sampe sekarang OTAK. Dan kalau ada yang gak hargain itu, cuma cowok yang gak seneng gue punya banyak temen cewek ketimbang dia. Karena itu kharisma gue, bukti spesifik adalah jangan pernah pungkiri buku itu temen lu saat lu kesepian kawan.

      Bukan karena dia, tapi karena kemauan lu untuk berbuat yang lebih. Buat dia jadi obsesi pribadi untuk mencoba jatuhin dia dari tahta ranking dan buat dia nerima lu, kalau lu punya kharisma yang lain yaitu OTAK.  Buku itu tabir, jangan lupain itu. Oya, ada yang jarang gue baca dan itu jangan pernah terjadi sama kalian karena ini buruk untuk diteladani…Al-Qur’an jangan lupa baca “dia” karena teman lu saat “disana” adalah “dia”.

     Oke, stop sampai disini. Dia adalah wanita yang superior dan gak akan pernah ketemu lagi dalam mata gue. Ingetin gue dan berlanjut sampai disini sekarang ini. Bila ada saat untuk bertemu dia, gue mau dia tahu kalau gue masih simpen rasa buat dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s