Bicara Angan, Bicara Keyakinan.

      Setiap manusia pasti punya angan dan keyakinan. Apapun itu, pasti membawa kesan pribadi yang sangat mendalam buat diri manusia itu sendiri. Bicara angan, bicara keyakinan adalah yakin pada angan itu sendiri, angan akan membawa keyakinan pada keyakinan tersebut bahwa angan itu akan terwujud.

       Sebut saja gue yang punya segudang peluru kesuksesan yang siap diletuskan suatu saat nanti. Ini lanjutan dari cerita kemarin. <red-apa ya cerita kemarin?> Kematangan gue kalo kata orang-orang baru terasah disaat gue gak kenal buku. <red-loh,koq bisa?> Gue cuma kenal temen sebagai pembuka tabir masa depan gue pada saat itu.

        Bicara angan, itu ya bicara SD. Cuma bisa berkhayal jadi orang sukses dan gak punya visi-misi yang jelas. Aduuh.. suram. Gue SD itu pinter by book, kenapa bisa say gitu soalnya gue yang lakuin, hehehe. Sebab gue SD belum tau apa arti teman dan sampe rumah belajar <red-itupun dipaksa abis-abisan>. Tapi, gue seneng dengan keadaan yang mencapai semi militer seperti itu.

       Bicara keyakinan, itu disaat gue duduk di bangku SMP. Tapi, layaknya anak-anak pada umumnya gue cuma bisa yakin gue bisa berbuat dengan apa yang gue anggap benar. Contoh soal yang masih gue ikutin sampe sekarang adalah kata-kata dari seorang maestro sejati dilevelnya, guru gue pernah berkata, “Eksplor terus potensi diri dan jangan terpaku dengan soal yang saya berikan!”. Pada awalnya yang gue cuma terpaku dengan soal yang dia berikan, cuma bengong dan gak ngerti apa maksud dia. Cuma karna potensi otak pada saat itu yang setelah sarapan lagi bagus-bagusnya. (Oya, sarapan itu penting kawan, tanpa asupan gizi diawal hari, Otak jadi gak sehat.) Jadi, gue paksakan untuk buat soal sendiri, meyakinkan hati kalo gue juga bisa jadi apa yang maestro gue harapkan.

       Setiap manusia memang gak ada yang sempurna. Terjadi banyak kesalahan dalam pembuatan soal. Dan akhirnya gue kembali lagi ke buku. Buat jadi tandem dalam eksplor diri <red-spiiikkk). Kesalahan yang membuat kita jadi ngerti kenapa Sir Thomas A. Edison gak pernah nyerah, walau membuat banyak kesalahan sekalipun. Kegagalan memang suram, tapi gak sesuram karna gak mencobanya dari awal.

       Punya banyak angan dan yakin kalau bisa mengakhiri sebuah angan itu menjadi segudang kenyataan. Adalah sesuatu yang gak akan ada batas ruang dan waktu untuk melewatinya. Cuma sebagai pengingat, kawan. Berawal dari mimpi, kenyataan itu bisa terwujud. Jangan pernah malu atau takut untuk mencoba hal yang baru. Nikmatnya tuh Ajiiibb!! Jangan sombong, berbagi itu penting buat kelangsungan bersama. Manusia bukan makhluk Individu, tapi makhluk Sosial. Jadi,mulai dari sekarang berteman jangan milih-milih. Gak enak loh, pikir aja kalo kita makan milih-milih nanti juga kita yang bakal kelaparan sendiri.

        Bayangkan kalo lu ada di Hutan dan makanan tuh cuma itu aja dan itu adalah makanan yang paling gak mau lu makan. Mau mati kelaparan di hutan dan malah lu yang dimakan. Intinya itu Bos. Mau gak pinter?padahal temen samping lu yang notabene adalah musuh bebuyutan lu sejak kecil adalah orang yang tepat buat ngajarin lu. Milih gak bisa, atau paham akan hal yang dimengerti musuh bebuyutan lu itu? Hidup adalah sebuah keputusan dan sebuah pilihan. Salah dalam memilih keputusan, ya tanggung sendiri akibatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s