Cocok gak sih SBY-Boediono??

Pria yang bernama lengkap, Dr. Boediono. Dilahirkan: Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943. Pria yang sekarang menjadi bahan perdebatan banyak pihak disinyalir akan memenuhi kursi persaingan PilPres mendatang, yang iInsya Allah akan mendampingi SBY sebagai CaWaPres. Dr. Boediono memiliki istri bernama Herawati dan dua orang anak. Beralamat di jalan Mampang Prapatan XX No.26, Jakarta Selatan.
Sebagai pendukung hak-hak ekonom kapitalis dunia barat, pria ini juga pernah berkecimpung dalam dunia Pendidikan yang membuat dia semakin dikenal saat ini sebagai ekonom handal:

  • S1 : Bachelor of Economics (Hons.), University of Western Australia (1967)
  • S2 : Master of Economics, Monash University, Melbourne, Australia (1972)
  • S3 : Doktor Ekonomi Bisnis Wharton School University of Pennsylvania, Amerika Serikat (1979)

Serta, Pekerjaan yang pernah digelutinya yakni :

  • Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada
  • Direktur III Bank Indonesia Urusan Pengawasan BPR (1996-1997)
  • Direktur I Bank Indonesia Urusan Operasi dan Pengendalian Moneter (1997-1998)
  • Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999)
  • Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004)
  • Menteri Koordinator bidang Perekonomian menggantikan Aburizal Bakrie pada Reshuffle I Kabinet Indonesia Bersatu (2005-2009)


Nah, berkelanjutan dari biografi Boediono diatas. SBY, Sang Capres pada pemilu mendatang memilih Pria ini karena beberapa alasan. Alasan yang tidak dapat dipungkiri lagi ialah SBY membutuhkan cawapres yang ahli dalam bidang ekonomi. Selama ini kebijakan ekonomi kabinet Indonesia Bersatu lebih didominasi Wapres Jusuf Kalla bersama tim Ekonomi Kabinet.
Tentunya kapabilitas SBY dalam kemajuan ekonomi masih kalah jauh dari para ekonom-ekonom ahli di negeri ini. Dan memang SBY bukanlah seorang ekonom, karena beliau adalah seorang Jenderal TNI yang terjun dalam politik pemeritahan. Mengapa ekonom Boediono dan bukan Sri Mulyani, karena hanya Mulyani lah satu-satunya menteri yang berani mengancam SBY untuk mengundurkan diri ketika SBY bersikokoh membela kepentingan saham grup Bakrie di BEI Oktober 2008 silam. Jadi, Boediono lebih ’setia’ dan ‘patuh’ daripada Mulyani.
Serta, SBY juga takut kalau nantinya Cawapresnya ini nantinya digandrungi banyak orang karena He is The Real President”. Nah, ini juga yang sudah meledak menjadi perdebatan publisitas para politikus yang selama ini mendukung SBY sebagai Capres.

SBY memilih Boediono juga karena Boediono adalah ekonom liberal-kapitalis yang handal dan dihormati terutama negara-negara neoliberalis kapitalis seperti Amerika Cs. Nama Boediono sangat terkenal dikalangan negara kapitalis asing, karena Boediono menjadi orang yang sangat dipercaya oleh kapitalis asing dalam menjalankan agenda-agenda ekonomi pasar dan “globalisasi kapitalis”.
Oke, kesimpulan kenapa gw ketik artikel ini cuma mau ngejelasin terima aja apa yang Pak SBY pilih toh dia juga manusia yang punya banyak Harapan buat terbentuknya negara Indonesia Maju dan Sejahtera. Tapi, gw malah Khawatir nantinya duet ini malah menjadi bahan loncatan yang mengedepankan pihak Asing dibandingkan kesejahteraan rakyat yang disimpulkan menjadi bahan – bahan artistik para politikus.

Kalau memang Anda bingung apa yang harus dilakukan, coba telusuri dengan jitu siapa saja kali ini yang sudah mengusung Capres – Cawapresnya. Contoh paling kongkrit adalah gak ‘kan ada manusia yang sempurna, jadi pilihlah yang terbaik dari semuanya bukan mencari yang paling “Perfecto” dari semuanya.

4 responses to “Cocok gak sih SBY-Boediono??

  1. pertamaaxxxxxxxxxxxxxx..

    cocoK gak cocok, SBY bebas memilih siapa yang bakal jadi calonnya.

    kalo dari saya pribadi, Saya kecewa😦

    PKS juga kecewa😦

  2. mari kita dukung siapapun presidennya nanti yang terpilih, siap untuk menang tapi siap juga untuk kalah dunk. saya yakin apabila kita bisa bersatu, serentak kita akan maju. jangan berlomba lomba untuk menjatuhkan , dan menyebarkan kejelakan orang lain, tapi perbaikilah diri kita sendiri.
    saya sebagai mahasiswa UGM, saya mendukung pak boediono menjadi cawapres. kita liat kinerja nya baru kita berkomentar dan memberi solusi. itulah sikap yang jauh lebih baik dari pada harus mempermalukan diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s