Konversi, cekatan atau tidak?

Seperti yang dikutip oleh Batam Pos. Pemerintah akan lebih menggiatkan lagi gerakan hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menekan angka subsidi.

Program penghematan BBM ini akan dilakukan dari dua sisi yaitu, sisi dari kebutuhan dan sisi penyediaan, kata Heri Poernomo, Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi, Ditjen Migas, Departemen ESDM, dalam Pertemuan Tahunan Pengelolaan Energi, di Jakarta, Kamis (20/11).
”Dari demand side (sisi kebutuhan) kita akan melakukan konservasi melalui berbagai kampanye hemat BBM. Sedangkan dari supply side (sisi penyediaan) kita lakukan melalui diversifikasi Bahan Bakar terutama konversi minyak tanah ke LPG,” papar Heri.

Menurut Heri, kampanye gerakan hemat BBM telah dan akan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan misalnya, kampanye Ayo Hemat BBM, kampanye Ayo pindah ke LPG, penerbitan pedoman hemat energi, edukasi dan sosialisasi.

Dari sisi penyediaan, lanjut Heri, pemerintah akan melanjutkan program konversi minyak tanah ke LPG, mengembangkan bahan bakar alternatif, pengembangan gas kota, pemanfaatan gas untuk transportasi, pembatasan pemakaian BBM jenis tertentu, dan penggunaan dimethyl ether untuk bahan bakar.

Heri menguraikan bahwa program konversi telah dimulai tahun 2007 dan akan selesai tepat waktu pada tahun 2010 nanti.

”Berdasar data sampai 4 Nopember 2008, jumlah paket tabung LPG dan kompor gas yang telah dibagikan sejumlah 15.058.535 unit. Rencana kita, angka itu mencapai 20 juta unit hingga akhir 2008,” jelas Heri.

Data yang dikeluarkan oleh Ditjen Migas menyebutkan, pada tahun 2009 nanti pemerintah menargetkan membagikan paket kompor gas dan tabung LPG 3 Kg sebanyak 18.044.211 unit, dengan volume LPG 1,6 juta metrik ton, dan volume minyak tanah terkonversi sebesar 4 juta Kilo Liter. Pada tahun 2010, tidak ada lagi paket yang dibagikan.

Namun, sekarang muncul masalah baru yaitu kelangkaan LPG yang menyebabkan masyarakat menjadi risau. Tentang hal itu, pemeintah menanggapi dengan serius kesalahan ini. Maka dari itu, pemerintah menjawab dengan mengambil keputusan untuk mempertahankan Pertamina sebagai distributor utama atau mengganti dengan distributor baru.

Dengan catatan, Pertamina harus lebih serius dan tanggap dalam menyalurkan LPG kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s